Select Menu

Slider

Sidrap

Tradisi

Wisata Budaya

Sejarah

Pendidikan

Makassar

Videos

Sebuah mobil truk terbalik dan terbenam di genangan air, tepat di Jl Poros Bone - Wajo, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Kamis (7/3/2019) dini hari.

Mulanya, mobil truk bernomor polisi DD 9553 IA, yang dikendarai Nurhadi, bergerak dari arah Kabupaten Bone hendak menuju Sengkang, Kabupaten Wajo.

Ketika tiba di Desa Pallawarukka, tepatnya di jalan yang amblas dan rusak, supir tak dapat mengendelikan mobilnya.

"Supir tidak bisa mengendalikan mobilnya karena hujan dan air menutupi jalan sehingga mobil tersebut tergelincir dan tenggelam di air yang tergenang," kata Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Muhammad Yusuf kepada Tribun Timur, Kamis (7/3/2019).

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. AKP Muhammad Yusuf menjelaskan, saat ini, pihaknya sementara mengevakuasi mobil truk tersebut.

"Sementara dievakuasi, barangnya dulu baru mobilnya," katanya.

Olehnya, mantan Kasat Lantas Polres Bone tersebut mengimbau, kepada para pengendara agar berhati-hati berkendara, terlebih saat hujan turun.

Mengingat, sudah dua kecelakaan tunggal yang terjadi hingga pagi ini di Kecamatan Pammana yang disebabkan oleh genangan air.

"Dihimbau kepada seluruh masyarakajangan melewati genangan air dalam kecepatan tinggi, karena samgat potensi dapat menyebabkan kecelakaan," katanya. (Sumber : TribunWajo.com)
Cuaca Ekstrem, Inilah Bencana Berpotensi Terjadi di Kabupaten Wajo. Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan
Cuaca Ekstrem, Inilah Bencana Berpotensi Terjadi di Kab. Wajo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, dalam mengantisipasi bencana akibat cuaca ekstrem di akhir tahun, memetakan lokasi yang rawan terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Alamsyah menyebutkan, ada tiga potensi bencana di Kabupaten Wajo akibat cuaca ekstrem.

"Banjir, longsor, dan abrasi pantai," katanya kepada Tribunwajo.com, Senin (24/12/2018).

Lebih lanjut, Alamsyah menyebutkan titik rawan ke tiga potensi bencana tersebut.

Untuk titik rawan banjir, terdapat di daerah yang dekat dari Danau Tempe, seperti Kecamatan Tempe, Kecamatan Belawa, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Tanasitolo. Selain itu, Kecamatan Pammana juga masuk dalam titik rawan banjir.

Untul titik rawan terjadinya longsor berada di wilayah utara Kabupaten Wajo, yakni di Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua.

Untuk titik potensi abrasi pantai sendiri, berada di Kecamatan Pitumpanua, Kecamatan Keera, Kecamatan Sajoanging, Kecamatan Penrang, Kecamatan Takkalalla, dan Kecamatan Bola.

"Itu seluruh kecamatan di Teluk Bone," tambah Alamsyah.

Pihaknya sendiri telah melakukan beberapa langkah antisipatif terkait cuaca ektrem. Yakni, mengoptimalkan pemantauan prakicu 24 jam baik BMKG maupun prakicu lainnya oleh personil Pusdalops BPBD Wajo.

Sumber : http://makassar.tribunnews.com