Select Menu

Slider

Sidrap

Tradisi

Wisata Budaya

Sejarah

Pendidikan

Makassar

Videos

» » » Komisi X DPR Minta Kurikulum 2013 Dilanjutkan
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama


RakyatBugis.Com : Komisi X DPR Minta Kurikulum 2013 Jalan Terus ! Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Teuku Riefky Harsya meminta pemerintah melanjutkan pemakaian Kurikulum 2013. "Kami melihat ini permasalahan teknis. Sebaiknya permasalahan teknis diselesikan dengan cara teknis juga. Bukan perubahan kebijakan atau bahkan kebijakan yang mundur delapan tahun lalu," katanya di sela kunjungan kerja Komisi X di Bandung, Selasa, 16 Desember 2014.

Politikus Partai Demokrat tersebut menuturkan komisinya sengaja mengunjungi sejumlah provinsi untuk mengetahui pelaksanaan Kurikulum 2013 di daerah. "Memang betul Kurikulum 2013 dalam implementasinya masih ada kendala teknis, ada permasalahan prasarana yang belum siap, ada kebiasaan guru terhadap sistem ajar-mengajar, termasuk sistem penilaian belum terbiasa," ujarnya.

Komisi X DPR Minta Kurikulum 2013 Dilanjutkan
Sejumlah siswa mengantre untuk mengembalikan buku kurikulum 2013 kepada pihak sekolah di SMPN 56, Jeruk Purut, Jakarta, 15 September 2014. TEMPO/M Iqbal Ichsan
Menurut Teuku, komisinya meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil kebijakan di bidang pendidikan. "Kami berharap, apa pun kebijakan Kementerian Pendidikan, jangan menjadikan siswa dan guru sebagai kelinci percobaan," katanya.

Teuku meminta Menteri Anies menimbang soal pelaksanaan Kurikulum 2013, karena Badan Pemeriksa Keuangan sudah melansir potensi kerugian negara jika penerapan kurikulum tersebut dihentikan. "BPK sudah mengatakan, dengan wacana yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan itu, potensi kerugian negara sampai Rp 2 triliun. Dalam hal ini di antaranya mubazirnya pelatihan guru dan buku yang sudah dipesan," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan Pemerintah Provinsi Jabar menilai materi Kurikulum 2013 lebih baik dibanding Kurikulum 2006. Salah satunya, ruang dalam pengembangan kompetensi siswa dalam Kurikulum 2013.

Kendati demikian, gubernur yang akrab disapa Aher itu mengatakan ada sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan saat pelaksanaan Kurikulum 2013. Di antaranya adalah soal pengadaan buku bahan ajar dan distribusinya, pelatihan dan persiapan bagi guru serta kepala sekolah yang belum merata, serta pelaksanaan penilaian yang menyulitkan guru.

"Mungkin kemarin diputuskan pada akhir masa jabatan karena mengejar supaya segera. Mungkin itu suasananya, sehingga di lapangan cenderung tergesa, dipaksakan. Kalau kebertahapannya bagus, saya kira enggak ada persoalan," kata Aher. (http://www.tempo.co)


About Rakyat Bugis

Media Online Terupdate, Terbaru hari ini dari peristiwa, kriminal, hukum, berita unik, Politik, Tradisi Suku Bugis, Adat Suku Bugis dan foto di Indonesia dan Internasional.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Tinggal Komentar