Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Cuaca Ekstrem, Inilah Bencana Berpotensi Terjadi di Kab. Wajo

Cuaca Ekstrem, Inilah Bencana Berpotensi Terjadi di Kabupaten Wajo. Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan
Cuaca Ekstrem, Inilah Bencana Berpotensi Terjadi di Kab. Wajo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, dalam mengantisipasi bencana akibat cuaca ekstrem di akhir tahun, memetakan lokasi yang rawan terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Alamsyah menyebutkan, ada tiga potensi bencana di Kabupaten Wajo akibat cuaca ekstrem.

"Banjir, longsor, dan abrasi pantai," katanya kepada Tribunwajo.com, Senin (24/12/2018).

Lebih lanjut, Alamsyah menyebutkan titik rawan ke tiga potensi bencana tersebut.

Untuk titik rawan banjir, terdapat di daerah yang dekat dari Danau Tempe, seperti Kecamatan Tempe, Kecamatan Belawa, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Tanasitolo. Selain itu, Kecamatan Pammana juga masuk dalam titik rawan banjir.

Untul titik rawan terjadinya longsor berada di wilayah utara Kabupaten Wajo, yakni di Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua.

Untuk titik potensi abrasi pantai sendiri, berada di Kecamatan Pitumpanua, Kecamatan Keera, Kecamatan Sajoanging, Kecamatan Penrang, Kecamatan Takkalalla, dan Kecamatan Bola.

"Itu seluruh kecamatan di Teluk Bone," tambah Alamsyah.

Pihaknya sendiri telah melakukan beberapa langkah antisipatif terkait cuaca ektrem. Yakni, mengoptimalkan pemantauan prakicu 24 jam baik BMKG maupun prakicu lainnya oleh personil Pusdalops BPBD Wajo.

Sumber : http://makassar.tribunnews.com

Cuaca Ekstrem, Inilah Bencana Berpotensi Terjadi di Kabupaten Wajo. Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan Badan Penan...

Burnout Syndrome Pada Perawat Di Rumah Sakit

Punya pengalaman menjadi pasien atau mengantar dan menemani keluarga yang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit? bagaimana pengalaman anda? menyenangkan? atau tidak? jika tidak, anda harus membaca artikel tentang kondisi psikologis BURNOUT pada Perawat ini, hasil penelitian dari (Movementi, 2013. (Rahayu, Partiwi and Industri, 2015). Salah satu tanda burnout syndrome pada perawat yaitu perawat jarang tersenyum kepada pasien.



itu kemungkinan menandakan bahwa si Perawat sedang mengalami burnout syndrome, yaitu kondisi tubuh yang benar-benar lelah secara fisik dan mental. dan salah satu faktor lainnya adalah kepribadian atau personality yang Introvert, pribadi Tipe A, konsep percaya diri kurang dan penghargaan diri rendah, perasaan tidak berdaya dan adanya konflik peran!
so, menjadi Perawat itu Berat.....!

Punya pengalaman menjadi pasien atau mengantar dan menemani keluarga yang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit? bagaimana pengalaman...

Sepeda Raksasa Terbesar di Dunia Telah Hadir di Puncak Bila Riase, SIDRAP

Setelah melalui proses pengerjaan sekitar dua bulan akhirnya sepeda raksasa terbesar di dunia akhirnya sudah berdiri di Taman Wisata Puncak Bila Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap.
Sepeda raksasa terbesar di dunia
Sepeda raksasa ini merupakan bagian inovasi yang dilakukan pihak pemilik Taman Wisata Puncak Bila ini.
Owner Taman Wisata Puncak Bila Sidrap, Ahmad Shalihin Halim mengatakan, selama ini Puncak Bila terus berinovasi tiada henti, setelah baru-baru ini membangun Sirkuit Motor Cross, kini terobosan baru kembali dilakukan dengan membangun sepeda raksasa terbesar di dunia.

“Setelah pengerjaan rangka sekitar 2 bulan akhirnya, Sepeda raksasa ini sudah berdiri. Sisa tahap penyelesaian yakni pemasangan pedal dan penataan tangannya,” kata Shalihin.

Menurut Shalihin dalam pengerjaannya ada sedikit perubahan ukuran yang awalnya hanya memiliki panjang 14,71 meter dan tinggi 7,15 meter, berubah menjadi 9 meter tingginya dan panjang sekitar 17 meter.” Lebih besar dari rencana awal, “katanya.

Dengan berdirinya sepeda raksasa ini lanjut anggota DPRD Sidrap ini, maka rekor dunia dipecahkan oleh Taman Wisata Puncak Bila. Sebab sebelumnya rekor dunia hingga saat ini masih dipegang sepeda raksasa milik Duane Weirich di Lowa Amerika Serikat dengan panjang 7 meter dan tinggi 5 meter. “Sekarang kita sudah berhasil mendirikan sepeda raksasa ini. Itu artinya rekor dunia kini ada di Sidrap,” kata Ahmad Shalihin.

“Target kita memang bisa mengalahkan sepeda raksasa milik duane wearich,” lanjut legislator Partai Golkar ini.

ASH_sapaan akrab Ahmad Shalihin Halim menambahkan, untuk pengerjaan sepeda rakasasa itu, pihaknya bekerjasama dengan PT. Industri Kapal Indonesia (IKI) dan CV. Nurmega Jaya.

Bahan Sepeda Raksasa itu lanjut dia, semua terbuat dari pipa besi schedule 40, yang sementara masih dikerjakan di Industri Kapal Indonesia, dan bagian lainnya juga dikerjakan di lokasi Taman Aisata Puncak Bila Sidrap.

Keberadaan sepeda raksasa ini nantinya, diyakini akan menjadi salah satu jembatan emas kebangkitan pariwisata di Sidrap dan juga Sulawesi Selatan pada umumnya. Hadirnya sepeda raksasa ini juga akan menjadi ikon pariwisata baru di Indonesia selain PLTB.

“Jadi tahun ini ada Destinasi Wisata baru di Indonesia yang berpusat di Sidrap, yakni PLTB dan sepeda raksasa ini,” katanya.

ASH mengaku pihak Pengelola Puncak Bila Sidrap akan terus berinovasi, walaupun pada tahun 2016 lalu Taman Wisata Puncak Bila telah dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Terbaik Sulawesi Selatan, tapi itu tidak membuat pengelola taman wisata ini untuk berhenti menggenjot pembangunan kawasan wisata ini.

“Penghargaan itu justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah, dengan harapan mampu menarik kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kabupaten Sidrap dan itu berarti menjadi nilai tersendiri bagi daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo ini,” tandasnya. Sumber : https://makassar.terkini.id/

Setelah melalui proses pengerjaan sekitar dua bulan akhirnya sepeda raksasa terbesar di dunia akhirnya sudah berdiri di Taman Wisata Puncak ...


Top